Blog, Reviews

Review Buku #1 : Outliers by Malcolm Gladwell

Halo semuanya. Ini kali pertama saya melakukan review buku. Sebelumnya saya yang hanya hobi membaca tanpa mengulangnya kembali untuk lebih memahami baik dengan cara meringkas atau mengulas. Kali ini saya akan coba review sebuah buku yang saya beli di periplus.com. Buku ini saya beli pada saat masa pandemi untuk mengisi waktu luang dengan membaca. Kata kunci buku yang saya beli selalu tentang self improvement, salah satu topiknya adalah sukses yang tertera didalam buku ini. Buku yang akan saya review berjudul Outliers yang ditulis oleh Malcolm Gladwell.

Review Buku Outliers by Malcolm Gladwell
Outliers by Malcolm Gladwell

Malcolm melalui buku ini mencoba memberikan pandangan perspektif yang luas terhadap kesuksesan didalam hidup. Banyak poin yang coba dikaitkan mengenai bagaimana seseorang menjadi sukses. Setiap poin tersebut dijelaskan dalam satu sub bagian. Poin tersebut dijelaskan dengan memberikan sebuah contoh nyata baik berupa sebuah budaya, komunitas maupun kesuksesan individu. Semua poin yang diberikan oleh Malcolm dari awal buku sampai akhir tidak memberikan sebuah kontrast atau pertentangan. Poin tersebut mendukung argumen sebelumnya hingga dapat membentuk konstruk atau pandangan yang luas tentang kesuksesan terhadap pembaca. Saya sebagai pembaca hingga di bab terakhir selalu mengangguk dan berkata waah, karena banyak pandangan baru yang diberikan oleh Penulis. Buku ini mengubah pandangan mengenai kesuksesan. Banyak faktor yang membangun kesuksesan seseorang maupun kelompok. Contoh real yang diberikan oleh penulis pun memberikan pandangan baru, bahwa ada yang dibentuk oleh satu faktor dan ada yang dibentuk oleh banyak faktor.

A privilege of individual background

Latar belakang menjadi sebuah poin dalam kesuksesan. Malcolm memberikan contoh melalui data bulan lahir dari sebuah tim voli di kanada. Didapatkan data bahwa siswa yang lahir pada awal tahun mendapatkan kesempatan untuk dipilih agar dapat berkompetisi dalam persaingan voli antar lokal, hingga nasional dibandingkan yang lahir di akhir tahun. Hal tersebut menunjukkan sebuah hak istimewa diberikan kepada siswa yang lahir pada awal tahun karna mendapatkan kesempatan lebih banyak untuk berlatih sehingga lebih terampil dalam voli dibanding anak yang lahir pada akhir tahun.

Opportunity

Hak istimewa seperti dalam pemilihan tim voli dibarengi dengan sebuah kesempatan. Anak yang lahir diawal tahun mendapat kesempatan untuk dapat lebih dulu berlatih untuk bermain dalam kompetisi lokal dibanding yang lahir di akhir tahun. Contoh lain dalam hal pemanfaatan faktor kesempatan ini adalah Bill Gates, dan Bill Joy. Mereka tidak semerta sukses dalam hal teknologi, namun dapat mengambil sebuah kesempatan. Bill yang memiliki fasilitas mainframe pada saat di sekolah dan memiliki akses terhadapnya selalu menggunakan kesempatan tersebut untuk belajar pemrograman hingga nantinya mendapat kesempatan lainnya.

10 thousand hours

Faktor ini menjadi faktor pendukung yang menjadikan sebuah kesempatan menjadi sebuah kesuksesan. Bagaimana seorang Bill Joy dapat menjadi seseorang yang menjadi cikal bakal adanya sebuah komputer. Seorang Bill Gates yang memanfaatkan mainframe pada saat sekolah dulu. Konsisten seorang individu dalam suatu hal hingga mencapai 10 ribu jam dalam pengerjaannya akan membentuk seorang expert didalam bidang tersebut.

IQ is important, but it is not all we need

Gladwell memberikan contoh biografi untuk kasus seperti ini. Dia adalah seorang berkebangsaan Amerika bernama Christ Langan. Disebut sebagai orang paling pintar di amerika dengan IQ yang tinggi. Gladwell menjelaskan IQ sebagai sebuah skill yang berkaitan langsung dengan gen. Namun hal tersebut harus dibarengi dengan Practical Intelligence (PI). PI mengajarkan bahwa seorang individu harus mengetahui apa yang harus dikatakan ditujukan kepada siapa, mengetahui kapan harus mengatakannya, dan mengetahui bagaimana mengatakannya untuk hasil yang maksimal.

Concerted Cultivation on children

Concerted cultivation merupakan sebuah gaya asuh orang tua terhadap anak. Kembali lagi kepada bagian privilege atau hak istimewa, gaya asuh ini mungkin bisa diterapkan kepada kalangan menengah keatas. Gaya asuh ini memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengatur waktu anak-anak mereka dan mengekspos mereka pada situasi yang berbeda, sering kali melibatkan mereka dalam sebuah kursus berkaitan dengan kolektifitas klub atau tim. Banyak anak yang diasuh dengan cara seperti ini memiliki kesuksesan dari pada cara asuh tradisional.

Culture Differentiation

Kesuksesan bisa tergantung sebuah budaya. Gladwell memberikan contoh sebuah desa di amerika yang masyarakat didalamnya lebih sehat daripada daerah pada umumnya. Hal tersebut karena kebiasaan atau budaya masyarakat tersebut yang berbeda dan setelah diteliti memberikan dampak positif terhadap rentang usia masyarakat di dalamnya.

Conclusion

Setelah membaca buku tersebut banyak insight yang didapatkan. Bagaimana pandangan terhadap sukses maupun pengetahuan baru tentang practical intelligence yang bisa dipelajari. Menambah perspektif baru bahwa kesuksesan tidak hanya berdasarkan satu faktor namun banyak. Dari peluang, hak istimewa, waktu yang tepat dan hal lainnya. Saya sangat merekomendasikan buku ini, yang membahas sukses berdasarkan data biografi sebenarnya dan melalui data kuantitatif yang sudah lama ada.


From
[1] Outliers by Malcolm Gladwell

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!